Timur Tengah memanas, BI tutup ruang penurunan suku bunga jangka pendek
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia mengungkapkan investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi rupiah. BI terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar.
IHSG melemah 4,73% ke level 7.935,26 dan kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp14.341 triliun selama pekan 2-6 Februari 2026.
Rupiah menguat didorong pelemahan dolar AS dan sinyal positif BI. Stabilitas rupiah diprioritaskan BI melalui operasi pasar valas, meski risiko global dan isu fiskal tetap diwaspadai.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah. Meski menguat, rupiah diprediksi melemah hingga Rp17.000 per dolar AS pada akhir 2026.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
IHSG diprediksi melemah akibat ketegangan AS-Venezuela. Investor disarankan memantau saham PYFA, ASSA, HMSP, PNBN, DATA, dan SCMA.
Cadangan devisa Indonesia naik ke US$150,1 miliar pada November 2025, didorong penerbitan global bond dan penerimaan pajak, mendukung stabilitas ekonomi.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru di 8.394,59, didorong oleh kenaikan saham PTRO, BBCA, dan lainnya. Optimisme ekonomi dan indeks MSCI mempengaruhi pasar.
IHSG diprediksi bergerak konsolidasi di rentang 8.080-8.180. Saham pilihan: BREN, TOBA, CTRA. Investor menanti data cadangan devisa dan pidato The Fed.