IHSG pekan depan bergerak terbatas di level 7.000–7.200, cermati saham-saham berikut

IHSG diprediksi bergerak terbatas di level 7.000-7.200 pekan depan, dengan fokus pada data ekonomi penting. Saham MEDC, ENRG, PTRO, ANTM, dan CUAN menarik dicermati.

BI siaga lonjakan harga minyak dunia & kemarau panjang ancam inflasi domestik

Bank Indonesia waspada terhadap inflasi akibat konflik Timur Tengah dan kemarau panjang, meski inflasi masih dalam target 2,5±1%. Monitoring ketat dilakukan.

Rebound IHSG di tengah volatilitas, ini sinyalnya

IHSG rebound 1,76% di tengah volatilitas global. Kenaikan komoditas & valuasi saham murah jadi katalis. Investor disarankan akumulasi saham berfundamental kuat.

Asa indeks LQ45 lampaui performa IHSG usai rebalancing

Indeks LQ45 diprediksi mengungguli IHSG pada 2026 usai rebalancing, didorong oleh masuknya saham baru dan sektor energi terbarukan yang menarik investor.

Arah nilai tukar rupiah setelah Bank Indonesia tahan BI-Rate dalam RDG perdana 2026

Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah. Meski menguat, rupiah diprediksi melemah hingga Rp17.000 per dolar AS pada akhir 2026.

January effect bikin IHSG ATH dua hari perdagangan beruntun

IHSG mencetak rekor ATH dua hari berturut-turut di awal Januari 2026, didorong oleh January Effect dan kondisi makro ekonomi yang solid.

IHSG sesi I naik 0,65% ke 8.804, saham migas MEDC & ENRG cs kompak menguat

IHSG sesi I ditutup naik 0,65% ke level 8.804,84 dengan saham migas MEDC & ENRG menguat. Optimisme pasar didorong oleh Santa Claus Rally dan January Effect.

Menanti Taji Saham Blue Chip Memasuki Era Duku Bunga Rendah 2026

Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.