S&P Global beri peringatan risiko kredit Indonesia, cek dampaknya ke IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan ambrol dengan peringatan dari lembaga-lembaga pemeringkat global.

IHSG sesi I terkoreksi tipis 0,16%, saham konglomerat kompak loyo

IHSG sesi I terkoreksi 0,16% ke 8.261,15, saham konglomerat melemah. Bank Indonesia tahan suku bunga, RI-AS teken kesepakatan US$38,4 miliar.

IHSG ditutup ambles 2,08% ke 7.935 terseret revisi outlook Moody’s

IHSG turun 2,08% ke 7.935 akibat revisi outlook Moody’s. Saham big caps seperti UNVR dan TLKM naik, sementara ASII dan DSSA melemah. Pasar diprediksi volatil.

Efek domino MSCI, Nomura susul Goldman Sachs dan UBS turunkan rating saham RI

Nomura turunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight karena meningkatnya risiko investability dan potensi outflow setelah peringatan MSCI.

Sentimen rupiah hingga kredibilitas fiskal bikin IHSG sepekan terkoreksi 1,37%

IHSG terkoreksi 1,37% akibat sentimen negatif rupiah dan kekhawatiran fiskal, Ifonti.com sell asing Rp3,25 triliun. Fokus pasar pada rapat FOMC dan data ekonomi AS.

IHSG tertekan aksi profit taking

IHSG ditutup melemah 1,37% ke 8.895 karena aksi profit taking dan pelemahan rupiah. Pasar menanti intervensi BI dan stabilitas fiskal untuk menahan outflow.

Asing masuk saham komoditas akhir tahun, ada BUMI hingga UNTR

Investor asing meningkatkan pembelian saham komoditas di BEI meski IHSG melemah. Saham BUMI dan UNTR di antara yang paling diminati.

Intip Saham Paling Menekan & Dorong IHSG Sepekan, Emiten Tanoko (RISE) & Low Tuck Kwong (BYAN) Memimpin

Saham RISE dan BYAN menjadi top laggards IHSG sepekan, meski IHSG mencapai ATH baru. Sementara itu, saham DSSA, BREN, dan TLKM memimpin penguatan.

IHSG Berpotensi Turun? Analisa Saham BBTN, MEDC, dan Tipsnya

IHSG diprediksi terkoreksi awal pekan ke 8.044-8.233. Cermati saham BBTN, BSDE, ESSA, dan MEDC untuk peluang beli. Kapitalisasi pasar naik 3,31%.