IHSG ditutup merosot ke 7.022, saham AMMN, DSSA dan BREN kompak merah
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
IHSG diprediksi melemah menuju 7.750 pekan ini akibat sentimen global dan penurunan rating Indonesia. Ketidakpastian global dan isu fiskal menambah tekanan.
Menkeu Purbaya optimis IHSG tembus 10.000 pada 2026 dengan kebijakan ekonomi sinkron dan pertumbuhan ekonomi 6%.
IHSG menembus 8.000, namun penguatan ini belum mencerminkan perbaikan fundamental, didorong saham konglomerasi. Mirae Asset targetkan IHSG di 6.900 akhir 2025.
IHSG diprediksi lanjut koreksi karena ketidakpastian ekonomi. Saham pilihan: TOBA, JPFA, WIFI. Fokus pada inflasi China dan AS.
IHSG diproyeksi tertekan akibat demo di Jakarta, tetapi saham big caps seperti BBNI, BBCA, BMRI, dan BBRI tetap direkomendasikan oleh analis.