Indeks Bisnis-27 ditutup terkoreksi, saham INCO, ANTM, hingga MEDC masih menguat
Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 557,93, namun saham INCO, ANTM, dan MEDC menguat signifikan. Sebanyak 11 saham naik, 13 turun, dan 3 stagnan.
Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 557,93, namun saham INCO, ANTM, dan MEDC menguat signifikan. Sebanyak 11 saham naik, 13 turun, dan 3 stagnan.
Harga nikel naik, ANTM dan INCO jadi favorit di BEI. Kenaikan didorong disiplin RKAB dan normalisasi persediaan. ANTM dan INCO unggul berkat biaya rendah.
IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,26 dengan nilai transaksi mencapai Rp22,46 triliun dan volume 38,96 miliar lembar. Saham DEWA, ANTM & BULL kinclong.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,97% ke 556,03 pada 29 Desember 2025, dengan saham ADMR dan INKP naik signifikan. Sebanyak 14 saham menguat, 9 melemah, dan 4 stagnan.
IHSG melemah 0,55% di tengah volume perdagangan akhir tahun yang lesu. Saham ARTO, TLKM, ANTM, dan ASII direkomendasikan analis untuk strategi trading.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
Investor asing meningkatkan pembelian saham komoditas di BEI meski IHSG melemah. Saham BUMI dan UNTR di antara yang paling diminati.
IHSG dibuka melemah 0,02% ke 8.583, dengan 258 saham turun. IHSG rawan koreksi lebih lanjut, berpotensi uji level 8.464-8.560.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,16% ke 555,12 pada 19 Desember 2025, dengan saham NCKL, MYOR, dan DSNG memimpin penguatan.
IHSG dibuka menguat 0,66% ke 8.713 pada 10 Desember 2025, didorong oleh saham BBCA, BRPT, dan BMRI. IHSG diprediksi bergerak di 8.600-8.750.