IHSG hari ini (20/2) diramal sideways di level 8.200–8.350 usai BI tahan suku bunga
IHSG diprediksi sideways di 8.200-8.350 usai BI tahan suku bunga 4,75%. Sentimen stabil, kredit tumbuh 9,96%, dan kesepakatan dagang RI-AS dukung pasar.
IHSG diprediksi sideways di 8.200-8.350 usai BI tahan suku bunga 4,75%. Sentimen stabil, kredit tumbuh 9,96%, dan kesepakatan dagang RI-AS dukung pasar.
IHSG pada Tahun Kuda Api 2026 diperkirakan volatil pada paruh pertama, meski begitu, sejumlah sektor seperti kayu, tanah, air & api dinilai berpotensi menguat.
Tahun Kuda Api 2026 diprediksi menantang bagi IHSG. Sektor kayu, tanah, air, dan api diprediksi menguat, sementara logam menghadapi tantangan besar.
IHSG 2026 diprediksi volatil di Tahun Kuda Api. Sektor elemen kayu, tanah, air, dan api berpotensi menguat, sementara logam menghadapi tantangan.
Analis memprediksi koreksi IHSG hingga 2026 dengan risiko terburuk penurunan status Indonesia oleh MSCI.
IHSG turun 2,08% ke 7.935 akibat revisi outlook Moody’s. Saham big caps seperti UNVR dan TLKM naik, sementara ASII dan DSSA melemah. Pasar diprediksi volatil.
IHSG diproyeksi tembus 9.000 pada 2026 meski diguncang MSCI, didorong reformasi pasar modal dan saham big caps bervaluasi murah.
Pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 berdampak berbeda pada sektor saham. Sektor ekspor diuntungkan, sementara sektor impor tertekan biaya. IHSG tetap optimis.
IHSG mencapai rekor tertinggi 9.075, didorong aksi beli asing dan lonjakan nilai transaksi, meski volume perdagangan harian menurun.
OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.700 pada 2026, dengan sektor perbankan dan otomotif sebagai unggulan berkat kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.