Saham PANI hingga Prajogo Pangestu bawa IHSG hari ini (19/1) tembus ATH baru 9.133,87
IHSG ditutup menguat 0,64% ke ATH baru 9.133,87 pada 19 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar Rp16.670 triliun. Saham BUMI, BBCA, dan BBRI aktif diperdagangkan.
IHSG ditutup menguat 0,64% ke ATH baru 9.133,87 pada 19 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar Rp16.670 triliun. Saham BUMI, BBCA, dan BBRI aktif diperdagangkan.
Saham milik konglomerat seperti BRPT hingga RATU menjadi top laggards IHSG 2026 akibat valuasi premium dan aksi profit taking, di tengah rotasi sektor energi.
Chandra Daya Investasi (CDIA), emiten terafiliasi Prajogo Pangestu akan membagikan dividen interim pertama Rp1,34 per saham pada 29 Januari 2026.
Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) telah melonjak lebih dari 700% sejak IPO pada Juli 2025, dengan prospek pertumbuhan positif menurut BCA Sekuritas.
IHSG turun 0,71% jelang Natal, rawan koreksi. Cermati saham MDKA, TINS, MBMA, dan SMBR untuk peluang beli.
IHSG menguat 0,65% ke 8.604,59 pada sesi I, didorong saham Prajogo Pangestu dan saham berkapitalisasi besar, meski bursa global melemah.
IHSG menguat ke 8.275,08, didorong saham BBCA, BRMS, dan BRPT. MNC Sekuritas rekomendasikan CDIA, INKP, KLBF, dan TINS. Target IHSG 8.312-8.354.
IHSG cetak rekor baru di 8.312,57, didorong saham perbankan dan milik Prajogo. Saham ASII, BBNI, BMRI, BBRI, dan BREN berkontribusi signifikan.
IHSG turun 2,22% ke 7.944,28 pada 17/10/2025, tertekan saham konglomerat seperti BRPT dan BREN. Analis prediksi koreksi lanjut, waspadai support 7.913.
Saham konglomerat seperti DSSA dan DCII mencatat lonjakan multibagger tahun ini yang didukung transformasi bisnis dan tren global.