Indeks Bisnis-27 ditutup menguat ditopang saham TLKM, ANTM hingga NCKL
Indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,09% ke level 565,37 pada hari ini, Senin (26/1/2026) didorong oleh saham TLKM, ANTM, dan NCKL.
Indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,09% ke level 565,37 pada hari ini, Senin (26/1/2026) didorong oleh saham TLKM, ANTM, dan NCKL.
Glencore tercatat melepas sejumlah saham CITA dan NCKL, masing-masing sebanyak 248.400 lembar dan 53,09 juta lembar per 20 Januari 2026.
Glencore menjual saham Harita Nickel senilai Rp276,9 miliar, mengurangi kepemilikan dari 7,20% menjadi 6,87%, di tengah kenaikan harga nikel global.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,16% ke 555,12 pada 19 Desember 2025, dengan saham NCKL, MYOR, dan DSNG memimpin penguatan.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,19% ke 545,76 pada 12 Desember 2025, dipengaruhi penurunan saham BBCA, BMRI, dan BRPT. IHSG juga bergerak ke zona merah.
Indeks Bisnis-27 naik 0,35% ke 550,62; saham BBCA, BBNI, ASII menguat. IHSG naik 0,69% ke 8.394,59 dengan transaksi Rp15,51 triliun.
Saham ARTO naik 4,17% dan BRIS turun 0,77% setelah keluar dari indeks LQ45. BEI mengganti lima saham di LQ45 dan Bisnis-27 untuk periode November 2025.
IHSG diproyeksi menguat pekan ini meski ada ketegangan dagang AS-China. Saham pilihan: BSDE, BIRD, NCKL. Perhatikan data ekonomi global dan domestik.
Pelemahan rupiah berisiko menekan laju IHSG hari ini, Kamis (25/9/2025). Analis BRI Danareksa rekomendasikan beli saham BUMI, NCKL, dan DKFT, serta jual MAPI.
IHSG berpeluang lanjut menguat tembus level ATH baru 8.155 pada hari ini, Rabu (24/9/2025). Saham ADMR, HRUM hingga NCKL masuk radar rekomendasi analis.