Petinggi OJK kompak mundur, ini nasib IHSG & pasar modal ke depan
Pengunduran diri petinggi OJK dan BEI berpotensi mempercepat reformasi pasar modal Indonesia.
Pengunduran diri petinggi OJK dan BEI berpotensi mempercepat reformasi pasar modal Indonesia.
IHSG anjlok akibat sentimen MSCI, BEI melakukan evaluasi pasar. Isu reshuffle Kabinet Prabowo semakin kuat, saat Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI.
BCA berencana buyback saham hingga Rp5 triliun setelah saham turun 6%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret 2026 dan berlangsung 12 bulan.
IHSG turun 0,47% ke 8.933 akibat koreksi saham ASII, BBCA, dan AMMN. Investor asing catat beli bersih Rp24,2 miliar, sementara pasar fokus pada laporan keuangan Ifonti.com dan pertemuan FOMC The Fed.
MSCI akan memperketat aturan pemilihan saham, memicu volatilitas jangka pendek di pasar modal Indonesia, terutama bagi saham baru dan berkapitalisasi besar.
IHSG pekan depan dipengaruhi stabilisasi rupiah dan arus dana asing. Pasar menanti suku bunga The Fed dan data ekonomi AS untuk menentukan arah risiko global.
Prajogo Pangestu menginvestasikan Rp8,48 miliar untuk membeli 900.000 saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada 23 Januari 2026, meningkatkan kepemilikannya menjadi 141,68 juta saham.
Investor asing borong saham BRI (BBRI) Rp224,57 miliar, sementara BCA (BBCA) dilepas Rp269,21 miliar pada perdagangan 20 Januari 2026.
IHSG diperkirakan akan bergerak terkonsolidasi sekitar level 9.000 pada pekan depan, dengan tiga saham menjadi pilihan seperti JPFA, BBRI, dan AADI
IHSG mengalami volatilitas meskipun mencetak rekor all time high karena rotasi sektoral dan posisi dekat resistance psikologis di level 9.000.