Indeks Bisnis-27 dibuka lesu: saham MEDC, INDF & INCO masih melaju
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,62% ke 516,19, namun saham MEDC, INDF, dan INCO tetap menguat. Investor mencermati dinamika geopolitik dan data ekonomi.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,62% ke 516,19, namun saham MEDC, INDF, dan INCO tetap menguat. Investor mencermati dinamika geopolitik dan data ekonomi.
Eskalasi geopolitik di Selat Hormuz memicu pelarian modal ke aset aman seiring proyeksi lonjakan harga emas sebagai instrumen lindung nilai utama.
Ketegangan AS-Israel vs Iran dorong saham migas AKRA, ELSA, ENRG naik, meski IHSG turun 1,82%. Sektor energi dan logam mulia jadi defensif utama.
Sejumlah saham royal dividen dinilai masih menarik diakumulasi saat ini di tengah indeks high dividend 20 yang memiliki kinerja positif.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,12% pada 24/2/2026, didorong saham JPFA, ANTM, dan BRPT. IHSG diproyeksikan lanjut menguat, meski ada potensi volatilitas.
IHSG naik 1,5% ke 8.396, saham BUMI, BBCA, BIPI menguat. Pasar Asia positif pasca keputusan MA AS batalkan tarif Trump.
Indeks Bisnis-27 naik 0,25% ke 545,33 pada 12/2/2026, dipimpin saham INCO, NCKL, UNTR. IHSG berpotensi lanjut naik, waspadai koreksi ke 8.155-8.239.
IHSG dibuka menguat ke posisi 8.304,01 pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026). Saham BUMI, PTRO hingga ANTM kompak melaju hijau.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,35% ke 529,82, namun saham ADMR, ADRO, dan AMRT menguat. Fokus pasar pada data ekonomi AS, China, dan Indonesia.
Saham emiten emas seperti BRMS, HRTA, dan AMMN anjlok akibat harga emas global turun tajam ke US$4.586 per troy ounce, dipicu penguatan dolar AS dan penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.