Saham ambles, BCA (BBCA) bakal buyback saham maksimal Rp5 triliun
BCA berencana buyback saham hingga Rp5 triliun setelah saham turun 6%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret 2026 dan berlangsung 12 bulan.
BCA berencana buyback saham hingga Rp5 triliun setelah saham turun 6%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret 2026 dan berlangsung 12 bulan.
BCA akan membagikan dividen interim Rp55 per saham pada 2025 dengan cum dividen di pasar reguler pada 2 Desember dan pembayaran pada 22 Desember 2025.
Indeks Bisnis-27 naik 0,50% pada pembukaan Senin, 17/11/2025, dengan saham bank jumbo dan PGEO memimpin penguatan. 16 saham naik, 8 turun, 3 stagnan.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,61% ke 551,46 pada 5/11/2025, dipimpin saham BBCA, KLBF, dan MAPI. IHSG naik 0,93% ke 8.318,53 dengan transaksi Rp18,48 triliun.
Indeks Bisnis-27 turun 0,27% pada 9/9/2025, saham bank besar seperti BCA dan Mandiri melemah akibat aksi jual.
IHSG anjlok 3,31% pada 1 September 2025, namun Menko Airlangga menegaskan ekonomi RI tetap solid dengan pertumbuhan 5,12% dan PMI di atas 50.
IHSG turun 0,27% ke 7.905,76 akibat rencana Patriot Bond 2% oleh SWF Indonesia. Saham BBCA, AMMN, dan PANI melemah, menekan indeks.
Investor asing ramai membeli saham BBRI senilai Rp474,72 miliar, sementara saham BBCA hingga BBKP dilego.
Indeks Bisnis-27 naik 1% ke 538,54 pada Senin (25/8/2025) didorong saham SCMA yang melonjak 12% dan CTRA naik 5,45%.
Saham bank jumbo anjlok, BBCA turun 2,30% akibat isu pengambilalihan dan reputasi, meski fundamental tetap solid. Koreksi ini dinilai jangka pendek.