IHSG diproyeksi terkonsolidasi pekan depan, cek rekomendasi sahamnya
IHSG diperkirakan bergerak terkonsolidasi pekan depan, dengan sejumlah saham seperti MYOR, ELSA, hingga SMBR menjadi pilihan.
IHSG diperkirakan bergerak terkonsolidasi pekan depan, dengan sejumlah saham seperti MYOR, ELSA, hingga SMBR menjadi pilihan.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.
IHSG naik 3,49% ke 8.212, Ifonti.com sell asing capai Rp16,49 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%, sementara transaksi harian turun 6,27%.
IHSG turun 0,64% ke 8,212 jelang libur Imlek, dipengaruhi saham BBCA, TLKM, dan BREN. Pasar Asia melemah, investor berhati-hati, Rupiah juga melemah.
Danantara Indonesia menargetkan IPO BUMN pada 2027 setelah menyelesaikan 41 rencana strategis. Fokus pada konsolidasi dan efisiensi sebelum go public.
Reformasi Danantara dan stimulus fiskal diproyeksikan mendorong pertumbuhan saham BUMN pada 2026, dengan fokus pada sektor perbankan dan infrastruktur.
Saham konglomerat naik signifikan di 2025, peluang rotasi sektoral di 2026 fokus pada infrastruktur, transportasi, konsumer, energi, properti, dan telco.
Pasar saham Indonesia 2025 didominasi saham teknologi, IDXTECHNO naik 143,55% ytd. Saham sektor lain juga menguat, namun IDXFINANCE dan IDXNONCYC tertinggal.
Saham bank dan infrastruktur diprediksi jadi motor IHSG, didorong akumulasi asing dan potensi rotasi sektoral dari komoditas ke finansial.
IHSG berpotensi tembus 9.000 akhir 2025, namun dibayangi kebijakan The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham fundamental kuat.