Powell: Ekspektasi inflasi masih terkendali, The Fed pilih wait and see

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan ekspektasi inflasi terkendali meski ada konflik geopolitik. The Fed masih wait and see sambil memantau risiko ekonomi.

Simak jadwal perdagangan Bursa Saham Indonesia usai libur Lebaran 2026

Perdagangan saham di BEI akan dibuka kembali besok, Rabu (25/3/2026), usai libur panjang untuk momen Nyepi dan Idulfitri 2026.

The Fed tahan suku bunga acuan dalam FOMC Maret 2026

The Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75% pada Maret 2026, meski ada ketidakpastian ekonomi akibat konflik Timur Tengah dan inflasi tinggi.

Breaking! BI kembali tahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026

Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menakar peluang IHSG kembali ke level 9.000

IHSG berpotensi rebound ke 9.000 pada akhir 2026 jika ketegangan geopolitik mereda, kebijakan fiskal stabil, dan reformasi pasar diterima positif oleh MSCI.

Risiko gejolak rupiah mengintai saat BI setop operasi moneter selama Lebaran

Rencana Bank Indonesia menghentikan operasi moneter selama Lebaran berisiko memicu gejolak rupiah saat pasar buka kembali. Risiko utama berasal dari pasar global.

BI ungkap likuiditas perbankan RI melimpah, permintaan masyarakat penyebab credit gap

Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.

Akhiri tren! The Fed putuskan tahan suku bunga acuan di rapat Januari 2026

The Fed mempertahankan suku bunga 3,5%-3,75% pada Januari 2026, didorong oleh stabilitas ekonomi dan pasar tenaga kerja, meski inflasi masih tinggi.

IHSG turun ke 8.933 terseret koreksi saham ASII, BBCA hingga AMMN

IHSG turun 0,47% ke 8.933 akibat koreksi saham ASII, BBCA, dan AMMN. Investor asing catat beli bersih Rp24,2 miliar, sementara pasar fokus pada laporan keuangan Ifonti.com dan pertemuan FOMC The Fed.

Siasat emiten properti BSDE, MTLA cs pacu kinerja kala BI rate tetap

Emiten properti seperti BSDE dan MTLA memanfaatkan stabilitas suku bunga & insentif PPN DTP untuk meningkatkan penjualan di tengah lesunya daya beli masyarakat.