IHSG tertekan aksi profit taking

IHSG ditutup melemah 1,37% ke 8.895 karena aksi profit taking dan pelemahan rupiah. Pasar menanti intervensi BI dan stabilitas fiskal untuk menahan outflow.

Usai tahan BI rate 4,75%, kapan Bank Indonesia pangkas suku bunga acuan lagi?

Bank Indonesia diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuan beberapa kali hingga akhir 2026. Kapan saja prediksi waktunya?

Arah nilai tukar rupiah setelah Bank Indonesia tahan BI-Rate dalam RDG perdana 2026

Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah. Meski menguat, rupiah diprediksi melemah hingga Rp17.000 per dolar AS pada akhir 2026.

Jelang pengumuman BI rate, rupiah dibuka loyo ke level Rp16.957 per dolar AS

Rupiah melemah ke Rp16.957 per dolar AS jelang pengumuman BI Rate. Ekonom prediksi BI tahan suku bunga di 4,75% untuk stabilkan nilai tukar dan inflasi.

Deretan sektor saham yang untung dan buntung saat rupiah melemah dekati Rp17.000

Pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 berdampak berbeda pada sektor saham. Sektor ekspor diuntungkan, sementara sektor impor tertekan biaya. IHSG tetap optimis.

HSBC ramal BI pangkas suku bunga 3 kali pada 2026

HSBC memprediksi Bank Indonesia akan memangkas suku bunga tiga kali pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan total penurunan 75 bps.

Cek ramalan nasib IHSG pekan depan, rekomendasi saham GJTL, MEDC cs

IHSG diprediksi konsolidasi pekan depan akibat pelemahan rupiah dan teknikal overbought. Saham rekomendasi: GJTL, MEDC, CENT, AGII, ASRI, SMBR.

IHSG pekan depan berpotensi konsolidasi, CENT hingga AGII masuk radar analis

IHSG melemah setelah naik 2,16%, analis rekomendasikan saham CENT, AGII, GJTL, ASRI, MEDC, dan SMBR untuk dicermati pekan depan.

IHSG di fase uji daya tahan, net buy asing mengalir kencang

IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Ifonti.com buy asing signifikan.

Modal asing masuk Indonesia, investor beli SRBI dan saham

Modal asing sebesar Rp240 miliar masuk ke Indonesia pada 15-18 Desember 2025, dengan pembelian di pasar saham dan SRBI, meski ada penjualan di SBN.