Indeks Bisnis-27 ditutup turun, saham BUMI, INKP, MAPI masih melaju
Indeks Bisnis-27 melemah 0,91% ke 538,67, namun saham BUMI, INKP, dan MAPI tetap menguat. IHSG diprediksi bergerak sideways di 8.180-8.300.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,91% ke 538,67, namun saham BUMI, INKP, dan MAPI tetap menguat. IHSG diprediksi bergerak sideways di 8.180-8.300.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah di level 584,18, tertekan oleh penurunan saham NCKL, INCO, dan MEDC. IHSG juga melemah, bergerak di rentang 8.206-8.241.
Indeks Bisnis-27 naik 0,25% ke 545,33 pada 12/2/2026, dipimpin saham INCO, NCKL, UNTR. IHSG berpotensi lanjut naik, waspadai koreksi ke 8.155-8.239.
Harga emas melonjak ke US$5.245/oz, sementara saham emiten emas seperti PSAB dan MDKA Ifonti.com buy asing meski IHSG turun 7,35% pada 28 Januari.
Direktur UNTR, Iwan Hadiantoro, membeli 40.000 saham UNTR saat harga turun akibat pencabutan IUP Martabe, meningkatkan kepemilikannya menjadi 208.100 lembar.
Indeks Bisnis-27 naik 1,26% ke 562,56 pada 5 Januari 2025, didorong saham ADRO, INKP, dan UNTR. IHSG juga naik 1,27% ke ATH baru 8.859,19.
Investor asing meningkatkan pembelian saham komoditas di BEI meski IHSG melemah. Saham BUMI dan UNTR di antara yang paling diminati.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,16% ke 555,12 pada 19 Desember 2025, dengan saham NCKL, MYOR, dan DSNG memimpin penguatan.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,19% ke 545,76 pada 12 Desember 2025, dipengaruhi penurunan saham BBCA, BMRI, dan BRPT. IHSG juga bergerak ke zona merah.
Investor asing Ifonti.com buy atau aksi beli bersih sebesar Rp1 triliun selama sepekan.