Analis ramal IHSG ambles tinggalkan level 7.000, ini penyebabnya

IHSG diprediksi turun ke 6.500 pekan depan akibat harga minyak tinggi dan defisit APBN. Pelaku pasar harus waspada jika level 7.000 ditembus.

Perang Iran-AS picu gejolak pasar saham, literasi investasi jadi kunci

Perang Iran-AS memicu gejolak pasar saham, literasi investasi penting. Ajaib Sekuritas tekankan edukasi investor untuk pahami risiko dan stabilitas ekonomi.

IHSG diramal volatil, cek saham jagoan analis pekan ini

Pasar saham pekan ini diprediksi volatil dengan IHSG di rentang 8.200-8.400. Rekomendasi saham: SMGR, ARCI, BFIN, dan reksa dana XIPI.

Menanti kabar baik MSCI, reformasi pasar modal penentu rebound IHSG

IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.

IHSG berpeluang menguat ke 8.360 jelang putusan RDG BI, cermati saham INDY, ADMR & PGAS

IHSG berpotensi menguat ke 8.360 jelang RDG BI, cermati saham INDY, ADMR, dan PGAS. Sentimen positif global dan domestik mendukung pergerakan ini.

IHSG berpeluang menguat ke 8.440 usai Imlek, cermati saham INDY, MAPI hingga UNTR

IHSG diprediksi menguat ke level 8.377-8.440 setelah libur Imlek, dengan saham INDY, ISAT, MAPI, dan UNTR menjadi rekomendasi analis.

Ada sentimen pergantian kepemimpinan BEI dan OJK, cek rekomendasi saham pekan depan

Pergantian kepemimpinan BEI dan OJK diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar modal pekan depan.

Gelar konpers, Airlangga, Purbaya, hingga petinggi OJK-BI tiba di kantor Danantara

Pejabat pemerintah dan otoritas keuangan, termasuk Airlangga, Purbaya, dan bos OJK hadir di konferensi pers Danantara di Jakarta, membahas dinamika pasar modal.

Jawaban Wamenkeu Thomas soal dampak pasar atas pencalonannya di BI

Wamenkeu Thomas Djiwandono mengklarifikasi dampak sentimen pasar terkait pencalonannya di BI, menegaskan independensi dan komitmennya untuk bekerja keras.

Konflik Trump VS The Fed hidupkan lagi sentimen ‘Sell America’

Konflik Trump dan The Fed memicu sentimen “Sell America”, menekan dolar dan aset AS. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran atas independensi kebijakan moneter.