Ada sentimen pergantian kepemimpinan BEI dan OJK, cek rekomendasi saham pekan depan
Pergantian kepemimpinan BEI dan OJK diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar modal pekan depan.
Pergantian kepemimpinan BEI dan OJK diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar modal pekan depan.
Pejabat pemerintah dan otoritas keuangan, termasuk Airlangga, Purbaya, dan bos OJK hadir di konferensi pers Danantara di Jakarta, membahas dinamika pasar modal.
Wamenkeu Thomas Djiwandono mengklarifikasi dampak sentimen pasar terkait pencalonannya di BI, menegaskan independensi dan komitmennya untuk bekerja keras.
Konflik Trump dan The Fed memicu sentimen “Sell America”, menekan dolar dan aset AS. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran atas independensi kebijakan moneter.
IPO di Indonesia diprediksi lebih semarak pada 2026 meski volatilitas tinggi. Fokus pada kualitas emiten dan kondisi pasar global jadi kunci.
Aksi profit taking setelah IHSG mencapai rekor penutupan baru dapat terelakkan jika pertumbuhan ekonomi dan dampak stimulus kuartal IV/2025 sesuai ekspektasi
BEI mencatat 23 IPO 2025 dengan dana Rp15,1 triliun. Beberapa saham melonjak, seperti COIN naik 3.520%, sementara lainnya turun. BEI fokus pada kualitas dan tata kelola.
Reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo memicu penurunan IHSG 1,28%, terutama karena pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani. Investor cermati kebijakan baru.
Saham bank jumbo anjlok, BBCA turun 2,30% akibat isu pengambilalihan dan reputasi, meski fundamental tetap solid. Koreksi ini dinilai jangka pendek.
IHSG berhasil menyentuh rekor all time high (ATH) pada perdagangan intraday di level 8.017,06 sebelum pada akhirnya di tutup di level 7.898,37.