Saham BBCA hingga INCO kinclong tahan pelemahan IHSG pagi ini
IHSG dibuka naik ke 8.607,04 pada 24 Desember 2025, dengan saham BBCA dan INCO menguat meski IHSG sempat melemah. IHSG diprediksi bergerak sideways.
IHSG dibuka naik ke 8.607,04 pada 24 Desember 2025, dengan saham BBCA dan INCO menguat meski IHSG sempat melemah. IHSG diprediksi bergerak sideways.
IHSG turun 0,71% jelang Natal, rawan koreksi. Cermati saham MDKA, TINS, MBMA, dan SMBR untuk peluang beli.
IHSG sesi I melemah tipis 0,002% ke 8.649. Lesunya harga komoditas dan pelemahan pasar global menghambat laju indeks menuju rekor ATH baru.
IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.
IHSG diprediksi bergerak melemah pada Senin (17/11/2025), di tengah fokus pasar terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia. Cermati saham INET, RATU & BRPT.
IHSG melemah 0,29% pada 10-14 Nov 2025, dipengaruhi saham DSSA, BBCA, dan BBRI. Volume transaksi harian naik 99,35% menjadi 53,95 miliar lembar.
Indeks Bisnis-27 naik 0,19% ke 543,07 didorong saham AKRA, ASII, KLBF, dan BBNI, meski IHSG turun tipis 0,03% ke 8.271,72 pada 24 Oktober 2025.
IHSG turun 2,57% ke 7.915,66 akibat saham konglomerat melemah, tetapi Menkeu Purbaya optimistis bisa capai level 9.000 akhir tahun.
Investor asing memburu saham BBCA, EMAS, ANTM, dan RAJA saat IHSG anjlok 2,57% akibat tensi dagang Ifonti.com buy asing capai Rp3,03 triliun.
IHSG ditutup turun 0,62% ke 8.075,77 pada sesi I hari ini, Kamis (25/9/2025) menjauh dari rekor ATH, ditekan saham LIVE, EMAS, dan SMKM yang masuk top losers.