IHSG ditutup turun 0,46% ke level 8.951, saham AMMN hingga BRPT membebani
IHSG turun 0,46% ke 8.951 pada 23/1/2026, dipengaruhi saham AMMN dan BRPT. Sebanyak 521 saham melemah, sementara 200 saham menguat.
IHSG turun 0,46% ke 8.951 pada 23/1/2026, dipengaruhi saham AMMN dan BRPT. Sebanyak 521 saham melemah, sementara 200 saham menguat.
IHSG diperkirakan akan bergerak terkonsolidasi sekitar level 9.000 pada pekan depan, dengan tiga saham menjadi pilihan seperti JPFA, BBRI, dan AADI
IHSG diprediksi rawan koreksi di rentang 8.464-8.560 dengan potensi penurunan lebih dalam ke area 8.000an. Cek rekomendasi saham AADI, BRPT hingga SIDO.
Pada tahun 2026, saham sektor energi dan peternakan diprediksi menarik bagi investor yang mengejar dividen.
Pasar saham Indonesia diproyeksikan cerah pada 2026, saham batu bara dan perbankan menarik bagi pemburu dividen.
IHSG menguat 0,52% pekan ini, namun saham PURI, DKFT, dan AADI milik Boy Thohir termasuk top losers dengan penurunan harga signifikan.
Boy Thohir berpotensi meraih Rp227,38 miliar dari dividen interim Adaro Andalan (AADI) pada 2025, dengan kepemilikan 5,83% saham.
Adaro Andalan (AADI) akan membagikan dividen interim US$250 juta pada 27 November 2025. Pemegang saham tercatat per 19 November 2025 berhak atas dividen.
BRI Danareksa rekomendasikan saham BBCA, TLKM, INCO, dan AADI untuk Oktober 2025, dengan fokus pada sektor bank, telekomunikasi, dan komoditas.
Saham AADI dan RATU masuk MSCI sebelum setahun IPO, didorong kapitalisasi pasar dan likuiditas, sinyal positif bagi investor global, berlaku 27 Agustus 2025.