Indeks Bisnis-27 Dibuka Lesu Tertekan Koreksi Saham Bank Jumbo BBCA, BMRI Cs
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,84% ke 522,79, tertekan koreksi saham bank besar seperti BBCA dan BMRI.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,84% ke 522,79, tertekan koreksi saham bank besar seperti BBCA dan BMRI.
IHSG turun 0,27% ke 7.905,76 akibat rencana Patriot Bond 2% oleh SWF Indonesia. Saham BBCA, AMMN, dan PANI melemah, menekan indeks.
Investor asing ramai membeli saham BBRI senilai Rp474,72 miliar, sementara saham BBCA hingga BBKP dilego.
IHSG menguat 0,87% ke 7.926,90 pada 25/8/2025. Saham BBKP, LPKR, dan COIN memimpin kenaikan, masing-masing naik 34,92%, 34,34%, dan 24,61%.
Indeks LQ45 naik 0,14% didorong saham Grup Astra, meski BBCA dan TLKM menekan. JP Morgan optimis pada Astra dengan target harga Rp6.250.
IHSG turun 0,40% ke 7.858,85 pada 22 Agustus 2025, dipengaruhi sektor kesehatan dan energi. Saham BBCA, TLKM, dan CUAN melemah, sementara ASII dan EMTK menguat.
Trimegah AM mencetak AUM Rp45 triliun, dengan reksa dana saham unggul 6,03% dan 9,32% ytd, melampaui LQ45 yang flat. Fokus pada saham dengan katalis spesifik.
BCA membantah dugaan rekayasa akuisisi 51% saham pada era mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Saham bank jumbo anjlok, BBCA turun 2,30% akibat isu pengambilalihan dan reputasi, meski fundamental tetap solid. Koreksi ini dinilai jangka pendek.
Dana asing mengalir ke pasar saham Indonesia, Ifonti.com buy mencapai Rp6,67 triliun dalam sepekan, menargetkan saham bank besar dan TLKM.