Rekomendasi saham di perdagangan awal 2026, PANI hingga BBNI masuk radar Phintraco
IHSG awal 2026 diprediksi menguat, saham BBCA dan BBNI direkomendasikan untuk trading buy. Indeks ditutup di 8.646,94, naik 0,03% akhir 2025.
IHSG awal 2026 diprediksi menguat, saham BBCA dan BBNI direkomendasikan untuk trading buy. Indeks ditutup di 8.646,94, naik 0,03% akhir 2025.
Saham ANTM, MEDC, dan INCO naik jelang Natal 2025 meski Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 550,68. Total transaksi mencapai Rp5,32 triliun.
Saham konglomerat diprediksi unggul di 2026 dibanding blue chip, meski tantangan masuk MSCI meningkat. Saham perbankan lesu, tapi peluang rebound ada.
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
IHSG diprediksi stagnan di 8.600-8.750. Saham pilihan: BBNI, BBCA, ICBP. Investor fokus pada data ekonomi global dan calon ketua Fed baru.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,19% ke 545,76 pada 12 Desember 2025, dipengaruhi penurunan saham BBCA, BMRI, dan BRPT. IHSG juga bergerak ke zona merah.
Investor asing menjual saham BBRI senilai Rp1,7 triliun, sementara BMRI Ifonti.com buy Rp609,8 miliar dalam sepekan.
Investor asing memburu saham blue chip seperti BMRI dan BBCA di akhir 2025, dengan inflow mencapai Rp3,9 triliun. IHSG naik 0,52% didorong suku bunga rendah dan stimulus.
Investor asing aktif di saham bank besar pada 10-14 Nov 2025. BBCA Ifonti.com sell Rp224,1 miliar, sementara BMRI Ifonti.com buy Rp431,2 miliar.
IHSG sesi I naik 0,21% ke 8.405, didorong saham SRAJ, DSSA, BRPT. Saham perbankan lesu, sementara saham konglomerat dan Hary Tanoe menguat.