Kaleidoskop 2025: Kinerja moncer saham DSSA, DCII, hingga BRPT jadi motor IHSG
Saham DSSA, DCII, dan BRPT jadi pendorong utama IHSG 2025, mencetak rekor baru dengan kontribusi signifikan dari kenaikan harga saham sepanjang tahun.
Saham DSSA, DCII, dan BRPT jadi pendorong utama IHSG 2025, mencetak rekor baru dengan kontribusi signifikan dari kenaikan harga saham sepanjang tahun.
IHSG turun 0,71% jelang Natal, rawan koreksi. Cermati saham MDKA, TINS, MBMA, dan SMBR untuk peluang beli.
Saham konglomerat seperti BUMI dan BRMS masih prospektif di 2026, meski valuasi tinggi. Momentum didorong narasi akuisisi dan rotasi komoditas.
IHSG dibuka menguat 0,66% ke 8.713 pada 10 Desember 2025, didorong oleh saham BBCA, BRPT, dan BMRI. IHSG diprediksi bergerak di 8.600-8.750.
IHSG sesi I naik 0,21% ke 8.405, didorong saham SRAJ, DSSA, BRPT. Saham perbankan lesu, sementara saham konglomerat dan Hary Tanoe menguat.
IHSG dibuka menguat 0,25% ke 8.392,28, saham BUMI, GOTO, dan BBCA naik. Pasar didorong data penjualan ritel positif dan ekspektasi global.
Saham BREN dan BRMS jadi incaran asing usai masuk indeks MSCI, mendorong inflow dana asing ke pasar saham Indonesia. Faktor global dan domestik mendukung tren ini.
IHSG diprediksi menguat, cermati saham ARTO, AGRO, INCO, dan RATU. IHSG capai rekor tertinggi, didorong volume pembelian. Target resistance di 8,365-8,390.
IHSG menguat ke 8.275,08, didorong saham BBCA, BRMS, dan BRPT. MNC Sekuritas rekomendasikan CDIA, INKP, KLBF, dan TINS. Target IHSG 8.312-8.354.
IHSG turun 1,87% namun dana asing masuk Rp1,19 triliun. Saham BBCA, BRMS, dan CUAN diborong asing. IHSG berpotensi naik didukung arus modal dan sentimen positif.