Saham ANTM, MEDC & INCO tersentuh keajaiban Natal, hijau saat Indeks Bisnis-27 ke zona merah
Saham ANTM, MEDC, dan INCO naik jelang Natal 2025 meski Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 550,68. Total transaksi mencapai Rp5,32 triliun.
Saham ANTM, MEDC, dan INCO naik jelang Natal 2025 meski Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 550,68. Total transaksi mencapai Rp5,32 triliun.
Saham RLCO melonjak 141,82% dalam sepekan, memimpin top gainers di BEI pada 15-19 Desember 2025.
Indeks Bisnis-27 naik 0,88% ke 556,31 pada 17/11/2025, didorong saham MAPI, BBCA, PGEO, dan TLKM. IHSG juga menguat 0,55% ke 8.416,88.
Saham sektor energi naik 1,25% didorong ekspansi emiten migas seperti MEDC, PTRO, dan ENRG, menarik minat investor asing dan Ifonti.com buy.
Sejumlah saham yang melakukan listing atau pencatatan perdana tahun ini mengalami kinerja bervariasi, hingga melesat ribuan persen.
IHSG mencapai rekor ATH baru didorong pemangkasan BI Rate. Saham INDX, DWGL, dan GPSO naik signifikan, sementara LIFE dan PPRI turun. Fokus pasar pada kredibilitas fiskal 2026.
Menkeu Purbaya kaji kebijakan cukai rokok 2026, saham emiten rokok GGRM, HMSP, WIIM, dan ITIC kompak naik.
Delapan emiten Indonesia, termasuk BCAP dan CLEO, masuk FTSE Micro Cap per September 2025, meningkatkan eksposur global dan menguatkan harga saham.
Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) melunasi obligasi Rp2,07 triliun, mendorong saham naik 40% dalam sebulan. INKP berencana terbitkan obligasi baru Rp4,32 triliun.