Ada 600-an saham syariah di BEI, kapitalisasi pasar berkontribusi 56,8%
Bursa Efek Indonesia memiliki 631 saham syariah dengan kapitalisasi pasar mencapai 56,8% dari total BEI. Saham syariah didukung sektor tambang dan teknologi.
Bursa Efek Indonesia memiliki 631 saham syariah dengan kapitalisasi pasar mencapai 56,8% dari total BEI. Saham syariah didukung sektor tambang dan teknologi.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,13% ke 545,02, namun saham ADRO, BUMI, dan MEDC tetap menguat. Total transaksi mencapai Rp388,2 miliar.
IHSG menguat ke 8.337,60 didukung saham BYAN, UNVR, dan BREN, jelang RDG BI yang diprediksi tahan suku bunga di 4,75%. Investor fokus pada stabilitas ekonomi.
IHSG naik 3,49% ke 8.212, Ifonti.com sell asing capai Rp16,49 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%, sementara transaksi harian turun 6,27%.
Danantara optimistis merger BUMN tingkatkan kapitalisasi saham, meski entitas berkurang. Konsolidasi target rampung tahun ini tanpa PHK.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah di level 584,18, tertekan oleh penurunan saham NCKL, INCO, dan MEDC. IHSG juga melemah, bergerak di rentang 8.206-8.241.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
Danantara tunda IPO BUMN hingga 2027, investor alihkan fokus ke saham blue chip dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi.
Absennya BUMN dalam daftar antrean IPO sepanjang 2026 dinilai menjadi peluang emas bagi emiten swasta dan kelompok konglomerasi.
Sejumlah saham diproyeksi jadi incaran pasar seiring OJK dan BEI menaikkan kewajiban free float menjadi 15% secara bertahap.