Indeks Bisnis-27 ditutup merah terbebani pelemahan saham BRPT, ADMR & MEDC
Indeks Bisnis-27 turun 1,38% ke 487,48 pada 2 April 2026, dipicu pelemahan saham BRPT, ADMR, dan MEDC. IHSG juga melemah 2,19% ke 7.026,78.
Indeks Bisnis-27 turun 1,38% ke 487,48 pada 2 April 2026, dipicu pelemahan saham BRPT, ADMR, dan MEDC. IHSG juga melemah 2,19% ke 7.026,78.
IHSG diprediksi rawan koreksi meski sebelumnya menguat 1,93%. Saham ARCI, BBYB, DEWA, dan INET direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
Pasar saham negara berkembang tertekan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan MSCI Emerging Markets turun lebih dari 10% dan mata uang melemah.
IHSG turun 0,44% dalam sepekan, kapitalisasi pasar BEI jadi Rp14.787 T, meski transaksi harian naik 25,35% dan volume transaksi naik 8,55%.
IHSG berpotensi koreksi pada 25/2/2026. Saham MBMA, TAPG, dan WIRG direkomendasikan BRI Danareksa Sekuritas. Sentimen AS-Iran dan The Fed mempengaruhi pasar.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,13% ke 545,02, namun saham ADRO, BUMI, dan MEDC tetap menguat. Total transaksi mencapai Rp388,2 miliar.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru di 8.946,70 dengan saham ADRO, TINS, dan BBRI naik. Waspadai aksi profit taking dan geopolitik.
Wall Street menguat, Dow Jones cetak rekor tertinggi didorong saham keuangan. Sentimen positif dari kebijakan AS terhadap Venezuela dan sektor energi.
Indeks Bisnis-27 naik 1,26% ke 562,56 pada 5 Januari 2025, didorong saham ADRO, INKP, dan UNTR. IHSG juga naik 1,27% ke ATH baru 8.859,19.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguji level 8.000, dengan saham ADMR, MAPA, hingga GGRM direkomendasikan analis.