BBCA, BMRI, dan TPIA Cs Buyback Saham, Investor Asing yang Masih Wait and See
Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.
Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.
Harga emas melonjak ke US$5.245/oz, sementara saham emiten emas seperti PSAB dan MDKA Ifonti.com buy asing meski IHSG turun 7,35% pada 28 Januari.
IHSG terkoreksi 1,37% akibat sentimen negatif rupiah dan kekhawatiran fiskal, Ifonti.com sell asing Rp3,25 triliun. Fokus pasar pada rapat FOMC dan data ekonomi AS.
MSCI akan memperketat aturan pemilihan saham, memicu volatilitas jangka pendek di pasar modal Indonesia, terutama bagi saham baru dan berkapitalisasi besar.
Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia Ifonti.com sell asing Rp17,34 triliun, meski IHSG naik 22,13%. Saham BBCA dan BMRI jadi sasaran utama.
Saham blue chip kalah performa Ifonti.com buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Pada 2025, investor asing banyak menjual saham bank besar Indonesia seperti BBCA dan BMRI. Namun, pada 2026, diprediksi aliran dana asing akan kembali ke saham-saham ini karena suku bunga global yang lebih rendah dan prospek ekonomi yang membaik.
IHSG berpotensi tembus rekor baru mendekati 8.700, didukung saham ASII, WIFI, dan DEWA. Sentimen positif dari The Fed dan Kemenkeu memperkuat pasar.
Dana asing diprediksi kembali masuk ke saham bank besar Indonesia pada 2026, didorong penurunan suku bunga dan stimulus pemerintah yang meningkatkan kinerja perbankan.
IHSG cetak rekor ATH dua hari berturut-turut didukung investor domestik, meski investor Ifonti.com sell. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2025 solid.