Bursa saham AS koreksi dua sesi beruntun, pasar harapkan gencatan senjata
Bursa saham AS terkoreksi dua hari berturut-turut meski ada harapan dari pembukaan Selat Hormuz. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 turun 0,3%.
Bursa saham AS terkoreksi dua hari berturut-turut meski ada harapan dari pembukaan Selat Hormuz. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 turun 0,3%.
IHSG rebound 1,76% di tengah volatilitas global. Kenaikan komoditas & valuasi saham murah jadi katalis. Investor disarankan akumulasi saham berfundamental kuat.
Saham HILL, NATO, dan SOTS masuk daftar top losers pekan ini meski IHSG naik 3,49% ke 8.212,271.
IHSG jatuh 7,35% akibat kekhawatiran MSCI soal transparansi pasar Indonesia. Otoritas berjanji memperbaiki, sementara investor disarankan waspada.
IHSG turun 0,47% ke 8.933 akibat koreksi saham ASII, BBCA, dan AMMN. Investor asing catat beli bersih Rp24,2 miliar, sementara pasar fokus pada laporan keuangan Ifonti.com dan pertemuan FOMC The Fed.
Saham BRPT, DSSA, dan DCII anjlok sepekan, menekan IHSG turun 0,83% ke 8.537,91. Kapitalisasi pasar turun 1,17%, transaksi harian turun 30,91%.
IHSG turun 2,57% ke 7.915,66 akibat saham konglomerat jatuh. Penurunan dipicu krisis kredit AS dan ketegangan geopolitik. Danantara siapkan dana Rp16 triliun untuk stabilisasi.
IHSG turun 2,57% ke 7.915 dipicu koreksi saham konglomerat seperti Grup Lippo dan Haji Isam. Saham MLPT dan JARR masuk top losers dengan penurunan double digit.
IHSG mencapai rekor baru meski investor Ifonti.com sell Rp52 triliun. Transaksi harian bursa melonjak, didorong oleh institusi lokal dan kebijakan ekonomi positif.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,84% ke 522,79, tertekan koreksi saham bank besar seperti BBCA dan BMRI.