Bangun Kosambi (CBDK) siapkan buyback Rp250 miliar usai saham terkoreksi 30%
Bangun Kosambi Sukses (CBDK) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp250 miliar untuk meredam tekanan jual dan menjaga kepercayaan investor.
Bangun Kosambi Sukses (CBDK) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp250 miliar untuk meredam tekanan jual dan menjaga kepercayaan investor.
IHSG turun 6,94% sepekan, saham AIMS, ESTA, dan RMKE jadi top losers dengan penurunan terbesar. Kapitalisasi pasar turun 7,37% jadi Rp15.046 triliun.
BCA berencana buyback saham hingga Rp5 triliun setelah saham turun 6%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret 2026 dan berlangsung 12 bulan.
IHSG turun 0,47% ke 8.933 akibat koreksi saham ASII, BBCA, dan AMMN. Investor asing catat beli bersih Rp24,2 miliar, sementara pasar fokus pada laporan keuangan Ifonti.com dan pertemuan FOMC The Fed.
IHSG turun 2% pada perdagangan intraday 12 Januari 2026 akibat ketegangan AS-Iran, aksi profit taking, dan stagnasi data CPI. Saham energi terkoreksi signifikan.
Sepanjang 2025, saham PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) memimpin daftar top losers dengan penurunan 91,85%, diikuti DEFI, KARW, dan lainnya.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,62% ke 554,96, didorong oleh kenaikan saham ADRO, ADMR, TLKM, dan BBCA.
Indeks Bisnis-27 naik 0,71% ke 550,31, didorong saham HEAL, MAPI, UNTR. Sebanyak 14 saham menguat, 12 melemah.
Saham TRUK, SMDM hingga KOKA masuk dalam jajaran saham terboncos atau top losers selama sepekan periode 24-28 November 2025.
Harga saham BCA turun 19% YTD, namun belum ada rencana buyback. Manajemen memilih mengikuti mekanisme pasar, meski fundamental BCA tetap solid.