Indeks Bisnis-27 ditutup melemah, saham JPFA, AMRT, dan DSNG turun ke zona merah
Indeks Bisnis-27 turun 0,38% ke 469,16 pada 28 April 2026, dipicu pelemahan saham JPFA, AMRT, dan DSNG. IHSG juga melemah 0,48% ke 7.072,39.
Indeks Bisnis-27 turun 0,38% ke 469,16 pada 28 April 2026, dipicu pelemahan saham JPFA, AMRT, dan DSNG. IHSG juga melemah 0,48% ke 7.072,39.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,48% ke 471,69, didorong saham BUMI, BBCA, dan BRPT. IHSG juga naik 0,57% ke 7.146,81 dengan 321 saham menguat.
Saham BUMI, BBCA dan BRPT menjadi penopang utama penguatan Indeks Bisnis-27 yang naik 0,48% ke level 471,69.
Indeks Bisnis-27 menambah 8 saham baru, termasuk MBMA dan BRMS, untuk periode Mei-Oktober 2026, meningkatkan daya tarik dan peluang investasi bagi investor.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,45% di awal pekan, dipimpin saham BRPT, INCO, dan BUMI, di tengah kehati-hatian pasar menjelang pertemuan The Fed.
Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan Indeks Bisnis-27 berlaku Mei-Oktober 2026, dengan saham baru AKRA, BRMS, ICBP, MBMA, PGAS, TAPG.
Indeks Bisnis-27 turun 0,52% ke 494,45 karena sentimen global dan ketegangan geopolitik. Saham BBRI dan TLKM jadi penekan, sementara UNTR dan ASRI menguat.
Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 0,50% ke 498,23 pada 20 April 2026, dipicu penurunan saham AMRT, BRPT, dan MAPI, di tengah ketegangan geopolitik global.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,18% ke 502,66 pada 20 April 2026, dipimpin saham DSNG, TLKM, dan PGEO. Sentimen positif pasar global mendukung penguatan ini.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada 17 April 2026, didorong saham ASII, UNTR, dan BRPT. IHSG juga naik 0,28%.