IHSG diproyeksi konsolidasi pada level 9.000 pekan depan, cermati saham JPFA, BBRI, dan AADI
IHSG diperkirakan akan bergerak terkonsolidasi sekitar level 9.000 pada pekan depan, dengan tiga saham menjadi pilihan seperti JPFA, BBRI, dan AADI
IHSG diperkirakan akan bergerak terkonsolidasi sekitar level 9.000 pada pekan depan, dengan tiga saham menjadi pilihan seperti JPFA, BBRI, dan AADI
IHSG mengalami volatilitas meskipun mencetak rekor all time high karena rotasi sektoral dan posisi dekat resistance psikologis di level 9.000.
Investor asing Ifonti.com buy Rp7,3 triliun di pasar saham Indonesia pada 2026, dengan saham BBRI, PTRO, dan BMRI menjadi sasaran utama. IHSG naik 4,96% YtD.
Awal Januari 2026, investor asing jual neto Rp1,38 triliun di SBN, meski total modal asing masuk Rp1,44 triliun.
Sinarmas Sekuritas menurunkan rating saham PTBA dari add atau setara beli menjadi netral meski saham ini ramai diakumulasi investor asing.
IHSG naik 2,16% ke 8.936,75 pada awal 2026, kapitalisasi pasar BEI capai Rp16.301 triliun. Volume transaksi harian melonjak 48,08% jadi 61,78 miliar saham.
IHSG naik 2,16% ke 8.936,75 pada awal 2026, kapitalisasi pasar BEI capai Rp16.301 triliun. Volume transaksi harian melonjak 48,08% jadi 61,78 miliar saham.
Investor asing tertarik ke pasar saham Indonesia pada 2026 karena stabilitas ekonomi, valuasi menarik, dan potensi pemangkasan suku bunga.
January Effect 2026 berpotensi terbatas akibat risiko global dan domestik, meski peluang penguatan IHSG ada.
Wacana menaikkan batas minimal free float saham IPO menjadi 10% dinilai sulit, karena banyak emiten belum memenuhi aturan 7,5%. Fokus perbaikan diperlukan.