Jelang ex dividen, saham BBRI naik tipis 0,27% pada sesi I
Saham BBRI naik 0,27% jelang ex dividen, dengan dividen interim Rp137/saham dibayar 15 Jan 2026, mencerminkan kinerja solid dan komitmen BRI.
Saham BBRI naik 0,27% jelang ex dividen, dengan dividen interim Rp137/saham dibayar 15 Jan 2026, mencerminkan kinerja solid dan komitmen BRI.
Saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi pemberat IHSG 2025, dengan koreksi signifikan yang menghambat laju indeks hingga 7,62%.
IHSG dibuka melemah 0,02% ke 8.583, dengan 258 saham turun. IHSG rawan koreksi lebih lanjut, berpotensi uji level 8.464-8.560.
Saham blue chip kalah performa Ifonti.com buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Saham konglomerat diprediksi unggul di 2026 dibanding blue chip, meski tantangan masuk MSCI meningkat. Saham perbankan lesu, tapi peluang rebound ada.
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
BRI (BBRI) akan membagikan dividen interim Rp137 per saham, total Rp20,63 triliun, dengan pembayaran pada 15 Januari 2026. Cum dividen jatuh pada 29 Desember 2025.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi sarankan investor bersabar dan fokus investasi jangka panjang pada saham BBRI.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,19% ke 545,76 pada 12 Desember 2025, dipengaruhi penurunan saham BBCA, BMRI, dan BRPT. IHSG juga bergerak ke zona merah.
Investor asing keluar dari saham BRI (BBRI) dengan penjualan bersih Rp1,7 triliun, sementara masuk ke Bank Mandiri (BMRI) dengan pembelian bersih Rp609,8 miliar.