IHSG diprediksi rawan koreksi, cermati saham ARCI hingga INET
IHSG diprediksi rawan koreksi meski sebelumnya menguat 1,93%. Saham ARCI, BBYB, DEWA, dan INET direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
IHSG diprediksi rawan koreksi meski sebelumnya menguat 1,93%. Saham ARCI, BBYB, DEWA, dan INET direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
IHSG melemah awal pekan ini karena harga minyak tinggi dan sentimen global, namun ada peluang rebound jika bertahan di atas level support kunci.
OJK menargetkan lebih banyak saham Indonesia masuk indeks global MSCI dan FTSE dengan meningkatkan free float dari 7,5% menjadi 15% untuk meningkatkan investabilitas dan likuiditas pasar.
IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.
IHSG melemah 0,64% ke 8.212 saat Presiden Prabowo jelaskan strategi ekonomi 2026 di tengah sentimen pasar negatif dan fluktuasi saham besar.
Saham FILM, DSSA, dan BREN menekan IHSG, yang turun 4,73% pada 2-6 Februari 2026. Kapitalisasi pasar turun 4,69% dengan volume transaksi harian turun 31,75%.
IHSG ditutup melemah 1,37% ke 8.895 karena aksi profit taking dan pelemahan rupiah. Pasar menanti intervensi BI dan stabilitas fiskal untuk menahan outflow.
IHSG mengalami volatilitas meskipun mencetak rekor all time high karena rotasi sektoral dan posisi dekat resistance psikologis di level 9.000.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
IDX SMC Liquid unggul di 2025 dengan kenaikan 15,58%, mengalahkan big caps. Prospek 2026 tetap atraktif, fokus pada sektor sensitif pelonggaran moneter.