Menanti kabar baik MSCI, reformasi pasar modal penentu rebound IHSG
IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.
IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.
IHSG melemah 0,64% ke 8.212 saat Presiden Prabowo jelaskan strategi ekonomi 2026 di tengah sentimen pasar negatif dan fluktuasi saham besar.
Saham FILM, DSSA, dan BREN menekan IHSG, yang turun 4,73% pada 2-6 Februari 2026. Kapitalisasi pasar turun 4,69% dengan volume transaksi harian turun 31,75%.
IHSG ditutup melemah 1,37% ke 8.895 karena aksi profit taking dan pelemahan rupiah. Pasar menanti intervensi BI dan stabilitas fiskal untuk menahan outflow.
IHSG mengalami volatilitas meskipun mencetak rekor all time high karena rotasi sektoral dan posisi dekat resistance psikologis di level 9.000.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
IDX SMC Liquid unggul di 2025 dengan kenaikan 15,58%, mengalahkan big caps. Prospek 2026 tetap atraktif, fokus pada sektor sensitif pelonggaran moneter.
Pasar saham Indonesia berpotensi menguat akhir tahun berkat Santa Claus Rally, dengan saham seperti BMRI, ASII, dan ANTM diproyeksikan naik.
Indeks Bisnis-27 naik 0,19% ke 543,07 didorong saham AKRA, ASII, KLBF, dan BBNI, meski IHSG turun tipis 0,03% ke 8.271,72 pada 24 Oktober 2025.
IHSG dibuka menguat 0,19% ke level 8.066,67 pada perdagangan hari ini, Kamis (16/10/2025). Saham CBRE, PTRO hingga AMMN kompak melaju hijau.