Saham emiten grup Astra ASII, UNTR, AALI rebound sesi I perdagangan Kamis (22/1)
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Investor asing Ifonti.com buy Rp7,3 triliun di pasar saham Indonesia pada 2026, dengan saham BBRI, PTRO, dan BMRI menjadi sasaran utama. IHSG naik 4,96% YtD.
IHSG sesi I 12/1/2026 naik 0,13% ke 8.947,96. Saham konglomerat seperti MNC dan Bakrie menguat, sementara saham Prajogo Pangestu melemah. Analis prediksi IHSG sesi II di rentang 8.900-9.000.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
CIMB Niaga buyback 168.000 saham senilai Rp357,24 juta pada 5 April 2024, dengan harga rata-rata Rp2.120 per saham, dan mengalihkan sebagian untuk program MRT.
Saham peritel Indonesia seperti AMRT, ACES, dan MAPI diproyeksikan pulih pada 2026 setelah penurunan pada 2025, didukung peningkatan daya beli dan ekspansi toko.
Indeks Bisnis-27 naik 1,26% ke 562,56 pada 5 Januari 2025, didorong saham ADRO, INKP, dan UNTR. IHSG juga naik 1,27% ke ATH baru 8.859,19.
IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.
PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) membeli 2,27 miliar saham CBDK senilai Rp14,64 triliun, meningkatkan kepemilikan menjadi 85,95% untuk memperkuat bisnis.
Lo Kheng Hong berencana mempercantik portofolio sahamnya pada 2026, fokus pada saham perbankan dan sektor pertambangan, didorong penurunan suku bunga.