IHSG ditutup merosot ke 7.022, saham AMMN, DSSA dan BREN kompak merah
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
Bursa Efek Indonesia akan libur pada 18-24 Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri, perdagangan dibuka kembali 25 Maret. IHSG melemah 5,91% pekan ini.
IHSG turun 5,91% ke 7.137,21 pada 9-13 Maret 2026, kapitalisasi pasar BEI turun 6,96% menjadi Rp12.678 triliun. Transaksi harian juga menurun signifikan.
Saham IFSH, ESSA, hingga PTA menjadi saham top gainers di tengah anjloknya IHSG sebesar 7,89% sepanjang pekan perdagangan 2—6 Maret 2026.
Investor asing kembali membeli saham Indonesia senilai Rp3,44 triliun meski IHSG turun 0,96% pada 3 Maret 2026, didorong reformasi pasar modal.
IHSG anjlok 4,32% akibat ketegangan AS-Iran dan transparansi saham. Penurunan ini dipicu oleh volatilitas pasar dan kenaikan harga minyak global.
RNTH Bursa melonjak 25,35% sepekan, meski IHSG turun 0,44% ke 8.235,48. Kapitalisasi pasar turun 1,03% jadi Rp14.787 triliun. Transaksi harian naik 25,35%.
Saham Bakrie dan Chairul Tanjung bersinar saat IHSG turun 0,44% pekan ini, dengan Bakrie melonjak 76,86% dan Bank Mega naik 40,48%, meski IHSG tertekan.
IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.
IHSG turun 0,64% ke 8,212 jelang libur Imlek, dipengaruhi saham BBCA, TLKM, dan BREN. Pasar Asia melemah, investor berhati-hati, Rupiah juga melemah.