Menilik potensi saham BBCA jelang rilis laporan keuangan 2025
Saham BBCA berpotensi rebound jelang rilis laporan keuangan 2025. Analis optimis karena valuasi diskon dan fundamental solid, dengan target harga Rp10.800.
Saham BBCA berpotensi rebound jelang rilis laporan keuangan 2025. Analis optimis karena valuasi diskon dan fundamental solid, dengan target harga Rp10.800.
Indeks Bisnis-27 naik 0,79% didorong saham ADMR, ADRO, ASII. IHSG menguat 0,12% meski tertekan sentimen global dan pelemahan rupiah.
Investor asing borong saham BRI (BBRI) Rp224,57 miliar, sementara BCA (BBCA) dilepas Rp269,21 miliar pada perdagangan 20 Januari 2026.
Saham bank bergerak variatif di tengah kabar Thomas Djiwandono jadi calon Deputi Gubernur BI, namun belum berdampak signifikan pada perdagangan saham.
IHSG ditutup menguat 0,64% ke ATH baru 9.133,87 pada 19 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar Rp16.670 triliun. Saham BUMI, BBCA, dan BBRI aktif diperdagangkan.
OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.700 pada 2026, dengan sektor perbankan dan otomotif sebagai unggulan berkat kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.
Indeks Bisnis-27 menguat 1,13% ke 564,62 pada 13 Januari 2026, didorong kenaikan saham ADMR, ANTM, dan TLKM. IHSG juga dibuka menguat dengan 344 saham di zona hijau.
IHSG sesi I naik 0,44% ke 8.984,48 didorong saham AMMN, BBRI, dan BMRI. Sebanyak 387 saham menguat, sementara 320 melemah.
IHSG awal 2026 diprediksi menguat, saham BBCA dan BBNI direkomendasikan untuk trading buy. Indeks ditutup di 8.646,94, naik 0,03% akhir 2025.
Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia Ifonti.com sell asing Rp17,34 triliun, meski IHSG naik 22,13%. Saham BBCA dan BMRI jadi sasaran utama.