IHSG lesu: Saham DSSA, BBCA hingga BREN masuk daftar top laggards
IHSG turun 19,55% pada 2026, saham DSSA, BBCA, dan BREN jadi top laggards. Sentimen global dan domestik Ifonti.com sell asing Rp49,87 triliun.
IHSG turun 19,55% pada 2026, saham DSSA, BBCA, dan BREN jadi top laggards. Sentimen global dan domestik Ifonti.com sell asing Rp49,87 triliun.
IHSG dibuka turun 0,87% ke 7.039,67 pada 30 April 2026, dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti DSSA, BYAN, dan BBCA. Investor menanti hasil pertemuan The Fed.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,48% ke 471,69, didorong saham BUMI, BBCA, dan BRPT. IHSG juga naik 0,57% ke 7.146,81 dengan 321 saham menguat.
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
Saham BUMI, BBCA dan BRPT menjadi penopang utama penguatan Indeks Bisnis-27 yang naik 0,48% ke level 471,69.
Saham BBCA tertekan sentimen makro meski fundamental solid. Arus keluar dana asing dipicu ketidakpastian geopolitik, tetapi prospek pertumbuhan tetap positif.
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.
IHSG turun 3,38% pada 24 April 2026 karena sentimen global dan aksi profit taking. Saham BBCA, BUMI, dan lainnya melemah. IHSG dalam fase konsolidasi.
Sejumlah saham konglomerat mengalami penurunan signifikan seiring kejatuhan IHSG. Meski begitu analis menilai belum ada risiko trading halt yang terdeteksi.
IHSG dibuka melemah ke 7.367, saham BBRI, BMRI, MEDC turun. Pelemahan rupiah dan harga minyak tinggi jadi sentimen negatif.