Saham konglomerat rontok bebani IHSG, ada risiko trading halt?

Sejumlah saham konglomerat mengalami penurunan signifikan seiring kejatuhan IHSG. Meski begitu analis menilai belum ada risiko trading halt yang terdeteksi.

IHSG dibuka melemah sentuh 7.367, saham BBRI, BMRI, hingga MEDC kompak merah

IHSG dibuka melemah ke 7.367, saham BBRI, BMRI, MEDC turun. Pelemahan rupiah dan harga minyak tinggi jadi sentimen negatif.

IHSG dibuka menguat sentuh 7.671, saham BBCA, BUMI & TLKM kompak melaju hijau

IHSG dibuka menguat ke 7.671 pada 20 April 2026, dengan saham BBCA, BUMI, dan TLKM naik. IHSG diprediksi konsolidasi dengan resistance di 7.773.

IHSG dibuka menguat 1,25% ke 7.771, saham BBCA, TPIA, dan BBRI jadi penopang

IHSG naik 1,25% ke 7.771 pada 15 April 2026, didukung saham BBCA, TPIA, dan BBRI. Pasar menyambut roadmap OJK untuk memperdalam pasar keuangan.

IHSG uji resistance 7.300-7.350, cermati saham BBNI hingga ASII

IHSG diprediksi uji resistance 7.300-7.350 didorong koreksi harga minyak. Perhatikan saham BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, ASII. Cadangan devisa RI turun.

IHSG melonjak 4,42% usai redanya konflik AS-Iran, saham BREN hingga AMMN kompak hijau

IHSG melonjak 4,42% ke 7.279,21 usai meredanya konflik AS-Iran, saham BREN hingga AMMN kompak hijau, didorong sentimen positif gencatan senjata.