IHSG ditutup ambles 3,38% ke 7.129, 10 saham big caps BBCA, BREN cs kompak loyo
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.
IHSG sesi I turun 3,06% ke 7.152,85 dengan 670 saham melemah. Pelemahan Rupiah dan harga minyak tinggi menjadi sentimen negatif.
IHSG dibuka melemah ke 7.367, saham BBRI, BMRI, MEDC turun. Pelemahan rupiah dan harga minyak tinggi jadi sentimen negatif.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada 17 April 2026, didorong saham ASII, UNTR, dan BRPT. IHSG juga naik 0,28%.
Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 1,40% ke posisi 488,10 dengan 5 saham menguat, 21 melemah, dan 1 stagnan.
IHSG naik 3,39% didorong pengumuman FTSE, mayoritas saham big caps menguat, termasuk BBCA dan BBRI. Indonesia tetap di kelas secondary emerging market.
IHSG diprediksi lanjut koreksi ke 6.745-6.849. Saham AKRA, BMRI, CMRY, dan INKP direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,20% ke posisi 482,71 dengan saham BUMI, MEDC, dan ADRO memimpin kenaikan.
Saham BREN dan BYAN menjadi penekan utama IHSG dengan koreksi masing-masing 13,12% dan 13,59%, menekan indeks sebesar 26,78 dan 26,67 poin.
IHSG melemah 0,08% ke 7.091,67 pada 30 Maret 2026, dengan saham BBCA, CUAN, dan MDKA turun. Ketegangan Timur Tengah mempengaruhi pasar.