Aksi IPO Diproyeksi Lebih Semarak 2026 Walau Volitilitas Tetap Tinggi

IPO di Indonesia diprediksi lebih semarak pada 2026 meski volatilitas tinggi. Fokus pada kualitas emiten dan kondisi pasar global jadi kunci.

Ditopang saham teknologi Nvidia-Oracle, Wall Street ditutup menguat

Wall Street menguat didorong saham teknologi seperti Nvidia dan Oracle, meski sektor konsumer tertekan. Optimisme AI dan data inflasi AS turut mempengaruhi pasar.

AEI nilai Danantara bisa jadi jangkar baru untuk IPO & likuiditas pasar modal

Danantara Indonesia dinilai dapat menjadi katalis besar bagi peningkatan likuiditas dan pendalaman pasar modal melalui sejumlah peran.

The Fed Melonggar: Peluang Inflow ke Pasar Saham & Obligasi RI?

The Fed akan mengakhiri QT pada 1 Desember 2025, meningkatkan likuiditas global. Ini berpotensi menarik inflow ke pasar saham dan obligasi Indonesia.

IHSG Berisiko Sideways, Cermati Saham MIDI, AMRT hingga DKFT

IHSG diprediksi sideways di 8.100-8.300 akibat ketegangan dagang AS-China. Saham rekomendasi: MIDI, AMRT, DKFT. Perhatikan sentimen global dan domestik.

IHSG Menguat Ditinggal Asing: Kekuatan Investor Domestik Jadi Penentu?

IHSG tetap menguat meski dana asing keluar, didukung investor domestik yang dominan. Partisipasi lokal mencapai 62%, menahan gejolak pasar saham Indonesia.

Asing Jual Saham BBCA Rp4,29 Triliun Dalam Sepekan, Imbas September Effect?

Investor asing menjual saham BBCA senilai Rp4,29 triliun dalam sepekan akibat September Effect, yang dikenal memicu volatilitas pasar saham.

BEI Resmi Buka Kode Domisili, Intip Dampaknya ke Transaksi Saham

BEI buka kode domisili investor, tingkatkan transparansi dan likuiditas pasar saham. Kebijakan ini mendukung strategi investasi dan kepercayaan investor.

Inflasi AS Mengintai: Prediksi & Arah Bursa Saham Minggu Depan

Wall Street pekan depan akan diuji oleh rilis data inflasi AS. Investor khawatir koreksi pasar setelah reli panjang, dengan CPI Juli sebagai pemicu volatilitas.