Trump bawa sentimen negatif untuk IHSG, investor ritel awas ‘tergocek’ volatilitas pasar

IHSG tertekan akibat sentimen negatif AS, investor ritel disarankan berhati-hati menghadapi volatilitas pasar dan mempertimbangkan strategi wait and see.

Rebound IHSG di tengah volatilitas, ini sinyalnya

IHSG rebound 1,76% di tengah volatilitas global. Kenaikan komoditas & valuasi saham murah jadi katalis. Investor disarankan akumulasi saham berfundamental kuat.

Selat Hormuz terancam ditutup, analis jagokan saham BRMS dan ANTM

Eskalasi geopolitik di Selat Hormuz memicu pelarian modal ke aset aman seiring proyeksi lonjakan harga emas sebagai instrumen lindung nilai utama.

Menimbang dampak free float IPO 15% ke strategi trading saham

Transformasi pasar modal Indonesia meningkatkan kualitas emiten dan likuiditas, namun mengurangi volatilitas yang dicari trader harian. Fokus pada emiten besar dapat mengurangi ruang bagi perusahaan kecil dan menengah.

Meneropong arah IHSG imbas gonjang-ganjing tarif Trump

IHSG naik 1,5% di tengah pembatalan tarif Trump oleh MA AS, memicu arus beli asing. Investor disarankan fokus pada sektor consumer, energy, dan property.

Deretan sektor saham potensial cuan saat suku bunga BI ditahan

Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.

Sektor saham pilihan tahun kuda api, elemen kayu moncer logam menantang

Tahun Kuda Api 2026 diprediksi menantang bagi IHSG. Sektor kayu, tanah, air, dan api diprediksi menguat, sementara logam menghadapi tantangan besar.

Analis: Penundaan review indeks FTSE terhadap saham RI bersifat teknikal

FTSE Russell menunda review indeks saham Indonesia karena alasan teknis terkait data free float, bukan penurunan kualitas pasar. Penundaan ini memengaruhi stabilitas dana pasif dan inflow baru.

Prediksi IHSG sepekan saat pasar keuangan masih berpotensi tertekan

IHSG diprediksi melemah menuju 7.750 pekan ini akibat sentimen global dan penurunan rating Indonesia. Ketidakpastian global dan isu fiskal menambah tekanan.

Bangun Kosambi (CBDK) siapkan buyback Rp250 miliar usai saham terkoreksi 30%

Bangun Kosambi Sukses (CBDK) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp250 miliar untuk meredam tekanan jual dan menjaga kepercayaan investor.