Konflik Trump VS The Fed hidupkan lagi sentimen ‘Sell America’

Konflik Trump dan The Fed memicu sentimen “Sell America”, menekan dolar dan aset AS. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran atas independensi kebijakan moneter.

IHSG terus cetak ATH, sektor transportasi hingga energi berpeluang jadi penopang

IHSG terus mencetak rekor ATH didorong sentimen positif, sektor transportasi dan energi berpotensi menopang, meski ada risiko geopolitik global.

Aksi IPO Diproyeksi Lebih Semarak 2026 Walau Volitilitas Tetap Tinggi

IPO di Indonesia diprediksi lebih semarak pada 2026 meski volatilitas tinggi. Fokus pada kualitas emiten dan kondisi pasar global jadi kunci.

Ditopang saham teknologi Nvidia-Oracle, Wall Street ditutup menguat

Wall Street menguat didorong saham teknologi seperti Nvidia dan Oracle, meski sektor konsumer tertekan. Optimisme AI dan data inflasi AS turut mempengaruhi pasar.

AEI nilai Danantara bisa jadi jangkar baru untuk IPO & likuiditas pasar modal

Danantara Indonesia dinilai dapat menjadi katalis besar bagi peningkatan likuiditas dan pendalaman pasar modal melalui sejumlah peran.

The Fed Melonggar: Peluang Inflow ke Pasar Saham & Obligasi RI?

The Fed akan mengakhiri QT pada 1 Desember 2025, meningkatkan likuiditas global. Ini berpotensi menarik inflow ke pasar saham dan obligasi Indonesia.

IHSG Berisiko Sideways, Cermati Saham MIDI, AMRT hingga DKFT

IHSG diprediksi sideways di 8.100-8.300 akibat ketegangan dagang AS-China. Saham rekomendasi: MIDI, AMRT, DKFT. Perhatikan sentimen global dan domestik.

IHSG Menguat Ditinggal Asing: Kekuatan Investor Domestik Jadi Penentu?

IHSG tetap menguat meski dana asing keluar, didukung investor domestik yang dominan. Partisipasi lokal mencapai 62%, menahan gejolak pasar saham Indonesia.

Asing Jual Saham BBCA Rp4,29 Triliun Dalam Sepekan, Imbas September Effect?

Investor asing menjual saham BBCA senilai Rp4,29 triliun dalam sepekan akibat September Effect, yang dikenal memicu volatilitas pasar saham.