Saham konglomerat berguguran tekan IHSG hari ini (2/2), PANI, RATU, BRPT cs ambles
Saham konglomerat Indonesia, termasuk CBDK, ADMR, dan RATU, jatuh pada 2 Februari 2026, menekan IHSG turun 5,16% karena ketidakpastian indeks MSCI.
Saham konglomerat Indonesia, termasuk CBDK, ADMR, dan RATU, jatuh pada 2 Februari 2026, menekan IHSG turun 5,16% karena ketidakpastian indeks MSCI.
IHSG berpotensi menguat ke level 9.123-9.151 setelah mencapai all time high 9.133, meski volume beli mulai menurun. Cermati saham INET, JPFA & SMRA.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
IHSG dibuka melemah 0,02% ke 8.583, dengan 258 saham turun. IHSG rawan koreksi lebih lanjut, berpotensi uji level 8.464-8.560.
IHSG dibuka naik ke 8.607,04 pada 24 Desember 2025, dengan saham BBCA dan INCO menguat meski IHSG sempat melemah. IHSG diprediksi bergerak sideways.
IHSG sesi I melemah tipis 0,002% ke 8.649. Lesunya harga komoditas dan pelemahan pasar global menghambat laju indeks menuju rekor ATH baru.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,19% ke 545,76 pada 12 Desember 2025, dipengaruhi penurunan saham BBCA, BMRI, dan BRPT. IHSG juga bergerak ke zona merah.
IHSG menguat 0,06% ke 8.715,83 pada 9 Desember 2025, didorong saham Bakrie dan GOTO. Transaksi mencapai Rp1,03 triliun dengan 2,23 miliar saham diperdagangkan.
IHSG mencetak level ATH baru dengan membukukan penguatan sebesar 0,33% atau 28,40 poin menuju level 8.640,19 pada perdagangan hari ini, Kamis (4/12/2025).
IHSG berpotensi tembus rekor baru mendekati 8.700, didukung saham ASII, WIFI, dan DEWA. Sentimen positif dari The Fed dan Kemenkeu memperkuat pasar.