IHSG tertekan aksi profit taking

IHSG ditutup melemah 1,37% ke 8.895 karena aksi profit taking dan pelemahan rupiah. Pasar menanti intervensi BI dan stabilitas fiskal untuk menahan outflow.

Cek sektor saham unggulan saat IHSG rutin cetak rekor

Cek sektor saham unggulan saat IHSG cetak rekor meski rupiah melemah. Saham ekspor diuntungkan, sementara impor tertekan.

OCBC ramal IHSG tembus 9.700, intip sektor yang dijagokan

OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.700 pada 2026, dengan sektor perbankan dan otomotif sebagai unggulan berkat kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Asing banyak jual saham BBCA hingga EMTK, net sell capai Rp17,34 triliun pada 2025

Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia Ifonti.com sell asing Rp17,34 triliun, meski IHSG naik 22,13%. Saham BBCA dan BMRI jadi sasaran utama.

Peluang rebound saham LQ45 tersengat sentimen The Fed pangkas suku bunga

Saham LQ45 berpotensi rebound karena pemangkasan suku bunga The Fed, meski reli besar kemungkinan selektif. Sektor bank dan properti bisa memanfaatkan momentum ini.

Lo Kheng Hong bidik saham royal dividen & bank jumbo di tahun kuda api 2026

Investor Lo Kheng Hong fokus pada saham berdividen tinggi dan bank besar di 2026, memanfaatkan penurunan suku bunga untuk ekspansi portofolio.

Mandiri Sekuritas: IHSG level 9.000 tinggal tunggu waktu

Mandiri Sekuritas optimis IHSG capai 9.000, didorong investor ritel dan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, ritel, serta pertambangan.

Saham teknologi jawara 2025, sektor mana bakal naik panggung pada 2026?

Saham teknologi memimpin 2025, sektor konsumer, properti, dan keuangan diprediksi naik pada 2026. IHSG bisa tembus 10.500 dengan stabilitas ekonomi.