Sinyal dividen jumbo bluechips, mampukah jadi magnet investor asing?
Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.
Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,35% ke 529,82, namun saham ADMR, ADRO, dan AMRT menguat. Fokus pasar pada data ekonomi AS, China, dan Indonesia.
Saham bank bergerak variatif di tengah kabar Thomas Djiwandono jadi calon Deputi Gubernur BI, namun belum berdampak signifikan pada perdagangan saham.
IHSG ditutup menguat 0,64% ke ATH baru 9.133,87 pada 19 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar Rp16.670 triliun. Saham BUMI, BBCA, dan BBRI aktif diperdagangkan.
Investor asing Ifonti.com buy Rp7,3 triliun di pasar saham Indonesia pada 2026, dengan saham BBRI, PTRO, dan BMRI menjadi sasaran utama. IHSG naik 4,96% YtD.
OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.700 pada 2026, dengan sektor perbankan dan otomotif sebagai unggulan berkat kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.
Pergerakan IHSG hari ini diprediksi mendatar di kisaran 8.840-9.000. Saham pilihan: BBNI, BMRI, ISAT.
Indeks Bisnis-27 menguat 1,13% ke 564,62 pada 13 Januari 2026, didorong kenaikan saham ADMR, ANTM, dan TLKM. IHSG juga dibuka menguat dengan 344 saham di zona hijau.
Danantara dan INA akan menerima dividen interim dari BRI dan BMRI senilai total Rp15,89 triliun pada Januari 2026, dengan pembayaran dimulai pertengahan bulan.
IHSG sesi I naik 0,44% ke 8.984,48 didorong saham AMMN, BBRI, dan BMRI. Sebanyak 387 saham menguat, sementara 320 melemah.