IHSG berisiko lanjut koreksi ke 6.745 hari ini (17/3), cermati saham BBCA, INDY & TINS
IHSG berisiko koreksi ke 6.745-6.887 pada hari ini, Selasa (17/3/2026). Cermati saham BBCA, INDY, SUPA, dan TINS untuk peluang beli saat harga melemah.
IHSG berisiko koreksi ke 6.745-6.887 pada hari ini, Selasa (17/3/2026). Cermati saham BBCA, INDY, SUPA, dan TINS untuk peluang beli saat harga melemah.
IHSG dibuka menguat 1,49% ke 7.446,55 pada 10/3/2026, saham PTRO, ANTM, dan TINS naik signifikan. Sentimen positif dari Wall Street mendukung penguatan.
IHSG sesi I turun 3,49% pada 9 Maret 2026, dipicu sentimen negatif global dan domestik, menyebabkan saham konglomerat Indonesia melemah. Fitch Ratings revisi outlook utang Indonesia jadi negatif.
Sinyal kenaikan rasio dividen BBCA 2025 berpotensi jadi katalis positif saham, didukung kinerja stabil dan strategi pendanaan berbasis CASA yang kuat.
IHSG mengalami rebound dengan mencetak kenaikan 1,76% atau 133,47 poin menuju level 7.710,53 pada perdagangan hari ini, Kamis (5/3/2026).
Sejumlah saham royal dividen dinilai masih menarik diakumulasi saat ini di tengah indeks high dividend 20 yang memiliki kinerja positif.
IHSG diprediksi lanjut menguat, cek saham pilihan BNI Sekuritas: PANI, JPFA, BULL, EMAS, ENRG, RAJA. Waspadai koreksi jika IHSG tak tembus 8.450.
IHSG diproyeksi koreksi lanjut, cermati saham RAJA dan RATU. IHSG melemah 1,37% ke 8.280. MNC Sekuritas rekomendasikan buy on weakness untuk RAJA dan RATU.
IHSG naik 1,5% ke 8.396, saham BUMI, BBCA, BIPI menguat. Pasar Asia positif pasca keputusan MA AS batalkan tarif Trump.
IHSG diprediksi menguat pada hari puasa pertama, 19 Februari 2026, dengan rekomendasi saham BUVA, COIN, INET, dan PANI untuk strategi “Buy on Weakness”.