IHSG di fase uji daya tahan, net buy asing mengalir kencang

IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Ifonti.com buy asing signifikan.

Asing masuk saham komoditas akhir tahun, ada BUMI hingga UNTR

Investor asing meningkatkan pembelian saham komoditas di BEI meski IHSG melemah. Saham BUMI dan UNTR di antara yang paling diminati.

Diborong asing, saham emiten bank dan infrastruktur berpotensi jadi motor IHSG

Saham bank dan infrastruktur diprediksi jadi motor IHSG, didorong akumulasi asing dan potensi rotasi sektoral dari komoditas ke finansial.

Peluang rebound saham LQ45 tersengat sentimen The Fed pangkas suku bunga

Saham LQ45 berpotensi rebound karena pemangkasan suku bunga The Fed, meski reli besar kemungkinan selektif. Sektor bank dan properti bisa memanfaatkan momentum ini.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru! Saham ASII, TLKM, BBRI Jadi Pendorong

IHSG mencetak level ATH baru dengan membukukan penguatan sebesar 0,33% atau 28,40 poin menuju level 8.640,19 pada perdagangan hari ini, Kamis (4/12/2025).

IHSG Terkoreksi, Saham TPIA PANI BREN Justru Melesat!

IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.

Peluang Santa Claus Rally Terbuka, tapi IHSG Masih Dibayangi Risiko Global

Peluang Santa Claus Rally di IHSG terbuka, namun risiko global seperti kebijakan The Fed dan profit taking bisa menahan laju penguatan pasar saham akhir 2025.