Efek MSCI: Dana asing tertahan, IHSG tertekan
IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI yang menahan dana asing, memicu outflow hingga Rp15 triliun. Investor domestik berperan penting menyerap tekanan jual.
IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI yang menahan dana asing, memicu outflow hingga Rp15 triliun. Investor domestik berperan penting menyerap tekanan jual.
IHSG turun ke 7.058,85 di tengah kekhawatiran pasar menanti rapat FOMC terakhir Jerome Powell dan ketidakpastian geopolitik.
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
IHSG diprediksi melemah ke 7.022-7.115 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026). Saham ADMR, BULL, DAAZ, dan HRTA direkomendasikan untuk “buy on weakness”.
IHSG diprediksi uji level 7.000 pekan depan, dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan hasil pertemuan FOMC. Saham ADMR, ADRO, SRTG perlu dicermati.
IHSG diprediksi uji level 7.000 pekan depan di tengah ketidakpastian global. Saham potensial: ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, SRTG.
IHSG turun 6,61% dalam sepekan, menghapus Rp899 triliun market cap. Meski volume transaksi naik, nilai transaksi harian turun.
IHSG turun 3,38% ke 7.129, dipicu pelemahan rupiah dan saham big caps seperti BBCA dan BREN. Konflik geopolitik dan harga minyak tinggi menambah tekanan.
IHSG dan rupiah melemah akibat gejolak Timur Tengah, menekan fiskal negara. Pemerintah perlu evaluasi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).