Saham ANTM, PGAS, hingga BBRI topang kinerja indeks BUMN 20
Performa indeks BUMN mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun berjalan, kontras dengan laju IHSG yang masih tertahan di zona merah.
Performa indeks BUMN mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun berjalan, kontras dengan laju IHSG yang masih tertahan di zona merah.
IHSG naik 3,49% ke 8.212, Ifonti.com sell asing capai Rp16,49 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%, sementara transaksi harian turun 6,27%.
IHSG turun 0,64% ke 8,212 jelang libur Imlek, dipengaruhi saham BBCA, TLKM, dan BREN. Pasar Asia melemah, investor berhati-hati, Rupiah juga melemah.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
IHSG dibuka menguat ke posisi 8.304,01 pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026). Saham BUMI, PTRO hingga ANTM kompak melaju hijau.
IHSG diprediksi melemah menuju 7.750 pekan ini akibat sentimen global dan penurunan rating Indonesia. Ketidakpastian global dan isu fiskal menambah tekanan.
Saham FILM, DSSA, dan BREN menekan IHSG, yang turun 4,73% pada 2-6 Februari 2026. Kapitalisasi pasar turun 4,69% dengan volume transaksi harian turun 31,75%.
IHSG turun 2,08% ke 7.935 akibat revisi outlook Moody’s. Saham big caps seperti UNVR dan TLKM naik, sementara ASII dan DSSA melemah. Pasar diprediksi volatil.
Ciptadana Sekuritas mempertahankan proyeksi IHSG 2026 di 8.960-9.600 meski tertekan pengumuman MSCI. Investor disarankan fokus pada saham defensif dan domestik.
OJK, dipimpin Friderica Widyasari Dewi, berkomitmen untuk mempercepat reformasi pasar modal dengan fokus pada investor ritel hingga berantas saham gorengan.