IHSG sepekan naik 0,19% ke 6.969, nilai transaksi harian BEI tembus Rp23,06 triliun

IHSG mengalami kenaikan 0,18% sepanjang pekan ini, dengan rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat menjadi Rp23,06 triliun.

Analis blak-blakan biang kerok IHSG ambles ke 6.969 hari ini

IHSG turun 2,86% ke 6.969 akibat risiko geopolitik AS-Iran dan pelemahan rupiah. Saham big caps seperti DSSA dan BREN alami koreksi tajam.

Rupiah sudah tembus Rp17.400 per dolar AS, BI upayakan terus intervensi pasar

Rupiah melemah ke Rp17.400 per dolar AS, BI intervensi pasar untuk stabilisasi di tengah ketegangan global. Mata uang Asia lainnya juga tertekan.

Efek MSCI: Dana asing tertahan, IHSG tertekan

IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI yang menahan dana asing, memicu outflow hingga Rp15 triliun. Investor domestik berperan penting menyerap tekanan jual.

IHSG anjlok 3,06%, sentimen MSCI dan pelemahan rupiah jadi biang kerok

Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG dibuka melemah sentuh 7.367, saham BBRI, BMRI, hingga MEDC kompak merah

IHSG dibuka melemah ke 7.367, saham BBRI, BMRI, MEDC turun. Pelemahan rupiah dan harga minyak tinggi jadi sentimen negatif.

Tekanan global belum surut, IHSG berpotensi rebound

IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.

IHSG tertekan paling dalam di Asia Tenggara, akumulasi bertahap disarankan

IHSG menjadi indeks dengan kinerja terburuk di regional, dengan peluang akumulasi bertahap untuk saham berfundamental baik terbuka lebar.